Tepuk Tepung Tawar adalah salah satu tradisi adat yang sangat dikenal dalam masyarakat Melayu Bengkalis. Upacara ini biasanya dilakukan pada berbagai momen penting, seperti pernikahan, kelahiran, khitanan, menempati rumah baru, serta penyambutan tamu kehormatan. Tradisi ini bertujuan untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan keberkahan bagi orang yang ditepungtawari.

Dalam pelaksanaannya, Tepuk Tepung Tawar menggunakan perlengkapan khusus seperti tepung beras, air, daun-daunan, dan bahan simbolis lainnya. Prosesi dilakukan oleh tokoh adat atau orang yang dituakan dengan cara menepukkan atau memercikkan bahan tersebut sambil diiringi doa dan ungkapan adat. Setiap gerakan dan perlengkapan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan harapan akan kebaikan dan kesejahteraan.

Tradisi Tepuk Tepung Tawar mencerminkan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepercayaan masyarakat Melayu Bengkalis terhadap pentingnya doa dalam setiap tahap kehidupan. Hingga kini, upacara ini masih dilestarikan dan menjadi bagian penting dari adat dan istiadat Melayu Bengkalis sebagai warisan budaya yang bernilai luhur.

Prosesi Upacara Tepuk Tepung Tawar Tradisi Adat Melayu, Ternyata Ini  Maknanya