Sempolet
Sempolet merupakan makanan tradisional khas Melayu Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis, yang berbentuk bubur atau sup kental berbahan dasar tepung sagu dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas

Sempolet Bengkalis merupakan salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Melayu Riau yang hingga kini masih dipertahankan keberadaannya, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Makanan ini berbahan dasar tepung sagu, yaitu bahan pangan utama masyarakat pesisir yang telah lama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat. Tepung sagu dimasak dengan air hingga mengental dan menghasilkan kuah kental menyerupai bubur, dengan tekstur kenyal yang menjadi ciri khas sempolet.
Dalam proses pembuatannya, sagu yang telah mengental kemudian dicampur dengan berbagai jenis sayuran lokal, seperti pakis dan kangkung. Sayuran tersebut tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga memberikan keseimbangan gizi pada hidangan. Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah khas Melayu yang ditumis hingga harum, sehingga menghasilkan rasa gurih dan sedikit pedas yang khas.
Sebagai pelengkap, sempolet sering ditambahkan dengan topping hasil laut, seperti udang, kerang, atau bahan laut lainnya sesuai dengan ketersediaan alam setempat. Penambahan bahan ini memperkaya rasa serta mencerminkan kehidupan masyarakat Bengkalis yang sangat bergantung pada sumber daya pesisir. Perpaduan antara sagu, sayuran, bumbu, dan hasil laut menjadikan sempolet sebagai hidangan yang sederhana namun kaya rasa.
Sempolet paling nikmat disantap dalam keadaan hangat. Jika dibiarkan dingin, teksturnya akan semakin mengental dan rasa hidangan dapat berubah, sehingga sempolet dikenal sebagai makanan yang tidak tahan lama. Secara budaya, sempolet sering disajikan dalam acara adat, kegiatan masyarakat, dan perhelatan tertentu sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong. Hidangan ini menjadi simbol kearifan lokal serta warisan kuliner Melayu Bengkalis yang mencerminkan identitas budaya dan pola hidup masyarakat pesisir.